Jumat, 24 Mei 2013

Berita

Hari Kebangkitan Nasional, Maruarar Sirait                      Ingat Pesan Soekarno



Republika/Yogi Ardhi
Maruarar Sirait
Maruarar Sirait


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Maruarar Sirait angkat bicara terkait peringatan Hari Kebangkitan Nasional. Lantas bagaimana politisi PDIP ini memaknai Hari Kebangkitan Nasional?
Menurut Maruarar, Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum kebangkitan melawan korupsi dan koruptor. Lantaran korupsi dan koruptor telah menjadi musuh utama yang membuat kondisi bangsa ini terpuruk. 
"Dulu para pejuang bangkit melawan penjajah. Sekarang korupsilah musuh utama kita," kata Maruarar Sirait kepada Republika melalui sambungan telepon di Jakarta, Senin (20/5).
Ketua Umum Ormas Taruna Merah Putih yang biasa disapa Ara ini menyatakan perjuangan melawan korupsi harus diawali dengan keteladanan elite. Para elite harus mengedepankan rasa malu saat menempati posisi strategis publik. 
Di samping faktor keteladanan elite, Ara juga mengatakan perlunya dukungan infrastruktur kepada para aparat penegak hukum. Tak cuma KPK, Kepolisian dan Kejaksaan juga mesti mendapat dukungan peralatan dan SDM yang berkualitas. 
Anggota Komisi XI DPR RI ini mencontohkan besarnya peluang korupsi yang terjadi di lingkungan pajak dan bea cukai. Menurutnya hal itu terjadi karena jumlah beban kerja dan tenaga kerja yang dibutuhkan tidak sebanding. Alhasil pengawasan menjadi tidak optimal.
"Kita di Komisi 11 mendorong tidak ada moratorium PNS khusus pajak dan beacukai. Kalau ada moratorium koruptor yang senang," ujar Ara.
Berjuang melawan korupsi di tubuh bangsa sendiri memang bukan kerja mudah. Ibarat kata Bung Karno, Ara menyerukan "Berjuang melawan bangsa sendiri lebih sulit ketimbang melawan penjajah. Betapapun, segala ikhtiar bersama harus tetap dilakukan. Hukuman secara pidana tidak cukup harus ada sanksi moral". 

Komik


Quotes



"Bersatulah dalam pluralitas!"



"Kebangkitan nasional, api kebangkitan 

bangsa"



"Kebersamaan buahkan kebahagiaan"







Dr. Soetomo

Dokter Soetomo adalah salah satu pahlawan Kebangkitan Nasional di Indonesia. Dr. Soetomo  lahir  di desa Ngepeh, Jawa Timur, 30 Juli 1888. Ketika belajar di STOVIA (Sekolah Dokter), ia bersama rekan-rekannya, atas saran dr. Wahidin Sudirohusodo mendirikan Budi Utomo (BU), organisasi modem pertama di Indonesia, pada tanggal 20 Mei 1908, yang kemudian diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Kelahiran BU sebagai Perhimpunan nasional Indonesia, dipelopori oleh para pemuda pelajar STOVIA (School tot Opleiding voor Indische Artsen) yaitu Sutomo, Gunawan, Suraji dibantu oleh Suwardi Surjaningrat, Saleh, Gumbreg, dan lain-lain. Sutomo sendiri diangkat sebagai ketuanya.


Tujuan perkumpulan ini adalah kemajuan nusa dan bangsa yang harmonis dengan jalan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan, perdagangan, teknik dan industri, kebudayaan, mempertinggi cita-cita kemanusiaan untuk mencapai kehidupan bangsa yang terhormat.

Kemudian kongres peresmian dan pengesahan anggaran dasar BU diadakan di Yogyakarta 5 Okt 1908. Pengurus pertama terdiri dari: Tirtokusumo (bupati Karanganyar) sebagai ketua; Wahidin Sudirohusodo (dokter Jawa), wakil ketua; Dwijosewoyo dan Sosrosugondo (kedua-duanya guru Kweekschool), penulis; Gondoatmodjo (opsir Legiun Pakualaman), bendahara; Suryodiputro (jaksa kepala Bondowoso), Gondosubroto (jaksa kepala Surakarta), dan Tjipto Mangunkusumo (dokter di Demak) sebagai komisaris.
Budi Utomo
Sutomo setelah lulus dari STOVIA tahun 1911, bertugas sebagai dokter, mula-mula di Semarang, lalu pindah ke Tuban, pindah lagi ke Lubuk Pakam (Sumatera Timur). Namun sayang, seluruh perjuangannya telah tak ada lagi, ia telah kembali ke ajalnya, pada 30 Mei 1938, pada usia 49 tahun.




-Salam merah putih,
Kelompok 3 8B



Ilustrasi

Setelah melihat hasil karya anggota kelompok kami, kami akan menghadirkan berbagai gambar yang sesuai dengan tema kami, Hari Kebangkitan Nasional.
Selamat melihat :)



Monumen Kebangkitan Nasional di Solo


Perangko peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional


Perangko peringatan 100 tahun Kebangkitan Nasional


"Teruskan semangat Kebangkitan Nasional!"



Opini Tentang Kebangkitan Nasional


Kebangkitan Nasional merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia karena hari Kebangkitan Nasional merupakan titik awal dari semangat persatuan bangsa. Awalnya bangsa Indonesia berjuang dengan kepentingan daerah dan golongan masing-masing, namun hari Kebangkitan Nasional inilah yang membuat perubahan tersebut. Pada hari itu tanggal 20 Mei 1908 terbentuklah suatu organisasi yang sifatnya kebangsaan bernama Budi Utomo. Organisasi ini didirikan oleh Dr. Soetomo, Ki Hajar Dewantara dan Dr. Cipto Mangunkusumo.

 Kalian semua tentu bisa membayangkan betapa pentingnya hari bersejarah ini. Tanpa adanya Kebangkitan Nasional, bisa saja kita tidak akan menjadi suatu negara yang merdeka dan masih terbelengu dalam penjajahan. Sayangnya, banyak warga negara yang kini sudah melupakan hari bersejarah tersebut. 20 Mei menjadi sebuah hari biasa, padahal hari itu merupakan peringatan bersejarah. Tidak ada yang peduli bahkan ingat tentang hari Kebangkitan Nasional.

 Menurut kami, hal tersebut tidak mencerminkan suatu keadaan bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya. Selain itu semangat nasionalisme dan persatuan bangsa pudar begitu saja. Kalau saja hal ini terus-menerus terjadi, maka tidak menutup kemungkinan bangsa kita menjadi bangsa yang lemah dan mudah dijajah kembali. Sebagai suatu bangsa, kita harus memperkuat persatuan dan kesatuan antar warga negaranya, tidak peduli akan suku, agama, ras dan lain-lain yang mengkotak-kotakan orang.  Kita harus mulai menumbuhkan kesadaran akan rasa nasionalisme ini agar kita semua bisa berkembang menjadi generasi penerus bangsa yang maju dan membentuk masa depan negara yang baik.

-Salam merah putih,
Kelompok 3 8B 

Pantun


Hai semua! Setelah melihat sejarah dan puisi tentang Kebangkitan Nasional, sekarang saatnya kami mempersembahkan sebuat pantun untuk kalian. Semoga kalian suka ya :)
               

Ketemu orang tak dikenal
Sama-sama melihat angsa
Hari Kebangkitan Nasional
Awal dari semangat bangsa


Aku melihat sebuah pura
Berwarna putih keemasan
Pahlawan, jasamu tak terkira
Kini kami memperoleh kebebasan


Jalan-jalan naik bemo
Keliling Jakarta bersamamu
Terimakasih Budi Utomo
Atas segala perjuanganmu

-Salam Merah Putih,
Kelompok3 8b




Puisi


Halo pembaca setia blog kami!
Pada posting ketiga ini, kelompok kami akan menunjukkan puisi hasil karya salah satu anggota kelompok kami. Selamat membaca! :)

Sebuah Perubahan

Hari itu aku berdiri lunglai
Menjalani  hari tanpa semangat jiwa
Hidup ini sungguh kelabu
Ku berharap akan ada sebuah perubahan

Seorang pahwalan tanpa jasa
Yang membawa obor kemerdekaan dan semangat persatuan
Mengubah negara ini untuk maju
Menghadapi segala rintangan berduri

Dan akhirnya semuanya telah berubah
Sejuta mimpi itu akhirnya berubah menjadi nyata
Senyuman hangat hidup untuk pertama kalinya di bibirku
Terima kasih pahlawanku

-Salam Merah Putih,
Kelompok3 8b


Sejarah Singkat Kebangkitan Nasional

        Bertahun-tahun lamanya Negara kita, Indonesia, berada di dalam masa keterpurukkan. Saat itu, rakyat Indonesia dijajah dan diperbudak oleh banyak Negara, terutama oleh Belanda dan Jepang. Kemiskinan, Kematian, dan kekerasan itu tentunya sangat menyengsarakan rakyat. Hingga pada akhirnya, sampailah kita pada suatu titik terang, dimana  rakyat  mulai sadar akan arti Persatuan (bukan lagi kedaerahan) dan bangkit merebut kemerdekaan yang seharusnya menjadi hak kita.
        Masa Kemerdekaan Indonesia ini ditandai dengan dua peristiwa penting yaitu berdirinya Budi Utomo (20 Mei 1908) dan ikrar Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928). Masa itu merupakan salah satu dampak politik yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli.
        Banyak orang bilang bahwa Kebangkitan pergerakan nasional Indonesia berawal dari berdirinya Budi Utomo pada tahun 1908. Tapi sebenarnya,kebangkitan itu sudah mulai muncul pada saat berdirinya Sarekat Dagang Islam pada tahun 1905 di Pasar Laweyan, Solo. Sarekat ini awalnya berdiri untuk menandingi dominasi pedagang Cina pada waktu itu. Kemudian berkembang menjadi organisasi pergerakan sehingga pada tahun 1906 berubah nama menjadi Sarekat Islam (sumber : Wikipedia). Untuk mencapai kemerdekaan itu tidaklah mudah. Rakyat Indonesia harus melakukan berbagai usaha untuk mengusir penjajah. Tak sedikit dari mereka yang mati dalam peperangan, atau luka-luka karena ingin merdeka.  
        Sekian sejarah singkat mengenai Peristiwa Kebangkitan Nasional. Ternyata, susah ya untuk mencapai kemerdekaan? Oleh karena itu, kita tidak boleh menyianyiakan jerih payah mereka, karena mereka sudah sangat berjuang demi kita. 



-Salam Merah Putih,

kelompok3 8b :)




Perkenalan

Halo semua! 

Sebelum kami memberikan informasi-informasi mengenai Kebangkitan Nasional di Indonesia, ada baiknya kami memperkenalkan diri terlebih dahulu..
Blog ini dibuat dalam rangka kegiatan Jelajah Buku di SMP Santa Ursula BSD pada hari Jumat, 24 Mei 2013.
Kami sendiri terdiri dari 6 siswa kelas 8, yaitu :

Florencia Maria Surya 8B/11
Florentine Paskalina 8B/12
Ignas Sananda 8B/15
Michelle Audrey Gunawan 8B/24
Nadya Andhita 8B/25
Seraphine Amira 8B/33
Theresia Vada 8B/34
Vincent Gunawan 8B/37


Sekian perkenalan singkat kami, dan selamat membaca!

-Salam Merah Putih, 
Kelompok3 8B.